Pelaksanaan audit tidak dimaksudkan sekadar untuk memeriksa kelengkapan dokumen. Audit yang bernilai membantu organisasi menemukan kesenjangan, menguji efektivitas pengendalian, memastikan tanggung jawab dipahami, serta mengidentifikasi peluang peningkatan. Pendekatan inilah yang membuat audit relevan bagi kualitas produk, kepercayaan pelanggan, dan keberlanjutan kinerja perusahaan.
Pelaksanaan Audit ISO 9001:2015 pada 21 November 2024
Momentum Evaluasi Sistem Manajemen Mutu
Kegiatan pada 28 November 2024 menjadi bagian penting dalam perjalanan mutu PT Edpack Karunia Persada. Melalui evaluasi sistem manajemen mutu, perusahaan dapat menilai apakah proses yang direncanakan telah dijalankan, dipantau, dan ditindaklanjuti dengan bukti yang memadai. Evaluasi juga membantu memperjelas hubungan antara sasaran mutu, risiko proses, indikator kinerja, dan kebutuhan pelanggan.
Tahapan Audit ISO 9001 : 2015 ini dilakukan pada Edpack Karunia Persada untuk menilai sejauh mana kesiapan Edpack Karunia Persada dalam menerapkan Sertifikasi ISO 9001 : 2015 dalam lingkup bisnis atau usaha yang dijalankan.
Audit ISO 9001:2015 adalah proses sistematis untuk mengevaluasi penerapan Sistem Manajemen Mutu (Quality Management System/QMS) suatu organisasi berdasarkan standar internasional ISO 9001:2015. Tujuan audit ini adalah memastikan bahwa organisasi memenuhi persyaratan standar dan menjalankan proses yang efektif untuk meningkatkan kualitas produk atau layanan.
Pelajari Implikasi Sertifikasi ISO 9001:2015
Hubungkan informasi perusahaan ini dengan kebutuhan mutu, kepatuhan, layanan, atau solusi kemasan yang relevan.

Audit sebagai Pemeriksaan Berbasis Bukti
Auditor umumnya menggunakan kombinasi wawancara, observasi, penelusuran dokumen, pemeriksaan catatan, dan pengambilan sampel bukti. Satu catatan tidak selalu mewakili seluruh sistem, sehingga bukti perlu dilihat dalam konteks alur proses. Konsistensi antara prosedur, pemahaman personel, praktik kerja, serta hasil pengukuran menjadi dasar untuk menilai efektivitas pengendalian.
Keterkaitan dengan Perolehan Sertifikasi
Setelah kegiatan audit tersebut, PT Edpack Karunia Persada memperoleh sertifikasi ISO 9001:2015 pada 6 Desember 2024. Informasi ini menunjukkan urutan perjalanan perusahaan dari evaluasi sistem menuju pengakuan sertifikasi. Namun, artikel ini tidak menyatakan jumlah temuan, klasifikasi ketidaksesuaian, nama auditor, atau keputusan teknis audit karena rincian tersebut tidak dipublikasikan dalam informasi kegiatan yang tersedia.
Apa Itu Audit ISO 9001:2015?
Penilaian terhadap Sistem, Bukan Hanya Produk
Audit ISO 9001:2015 adalah pemeriksaan terstruktur terhadap cara organisasi menetapkan, menjalankan, memelihara, dan meningkatkan sistem manajemen mutunya. Audit tidak menggantikan inspeksi produk. Sebaliknya, audit menilai apakah proses yang menghasilkan produk telah mempunyai arah, sumber daya, kompetensi, pengendalian, pemantauan, dan mekanisme perbaikan yang sesuai.
Perbedaan Audit Internal dan Audit Pihak Eksternal
Audit internal dilakukan oleh atau atas nama organisasi untuk mengevaluasi sistemnya sendiri. Audit pihak eksternal dapat dilakukan oleh pelanggan atau lembaga independen, termasuk dalam proses sertifikasi. Istilah audit sertifikasi ISO 9001 sebaiknya digunakan secara tepat hanya apabila kegiatan memang dilakukan oleh lembaga sertifikasi dalam lingkup penilaian sertifikasi.
Prinsip Objektivitas dan Ketidakberpihakan
Apa pun jenisnya, audit perlu dilaksanakan secara objektif dan berdasarkan bukti yang dapat diverifikasi. Auditor menilai kesesuaian serta efektivitas sistem, bukan mencari kesalahan personal. Pendekatan yang profesional membuat diskusi audit tetap berfokus pada proses, risiko, persyaratan, dan hasil.
Tujuan Audit ISO 9001 : 2015
Adapun tujuan dari Audit ISO 9001 : 2015 ini dilakukan untuk Edpack Karunia Persada adalah :
Tujuan Audit ISO 9001:2015
Memastikan Kepatuhan: Menilai apakah QMS organisasi di Edpack Karunia Persada mematuhi persyaratan ISO 9001:2015.
Identifikasi Kelemahan: Mengidentifikasi ketidaksesuaian (non-conformities) dan area untuk perbaikan di Edpack Karunia Persada.
Pelajari Implikasi Sertifikasi ISO 9001:2015
Hubungkan informasi perusahaan ini dengan kebutuhan mutu, kepatuhan, layanan, atau solusi kemasan yang relevan.
Peningkatan Berkelanjutan: Memberikan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas QMS di Edpack Karunia Persada
Persiapan Sertifikasi: Memastikan kesiapan organisasi untuk mendapatkan atau mempertahankan sertifikasi ISO 9001:2015 di Edpack Karunia Persada
KutipanKinerja Audit ISO 9001:2015 di tidak ditentukan oleh satu unsur saja; fungsi, kebutuhan, dan kondisi penggunaan perlu ditinjau sebagai satu kesatuan sebelum menetapkan spesifikasi.
Audit ISO 9001 : 2015 sendiri dilakukan baik secara Internal (Audit Internal) oleh tim auditor internal perusahaan maupun Audit External (oleh lembaga yang berhak mengaudit penerapan sistem ISO 9001 : 2015)
Baca pembahasan terkaitSertifikasi ISO dan Halal PT Edpack Karunia Persada
Dengan adanya Audit ISO 9001 : 2015 yang dilakukan di Edpack Karunia Persada, maka Edpack Karunia Persada kedepan diharapkan untuk semakin sesuai dengan siste mutu ISO 9001 : 2015 untuk setiap aktivitas bisnis yang dijalankan.
Berbagai Elemen yang di audit pada Auidit ISO 9001 : 2015
Adapun beberapa elemen Utama dalam Audit ISO 9001:2015 yang dijalankan pada saat Audit di EdPack Karunia Persada adalah terkait :
- Konteks Organisasi:
- Menilai pemahaman organisasi tentang faktor internal dan eksternal yang memengaruhi QMS.
- Kepemimpinan:
- Komitmen manajemen puncak dalam mendukung QMS.
- Kebijakan mutu dan peran tanggung jawab yang jelas.
- Perencanaan:
- Identifikasi risiko dan peluang.
- Penetapan sasaran mutu yang spesifik.
- Dukungan:
- Pengelolaan sumber daya (manusia, infrastruktur, kompetensi).
- Dokumentasi dan komunikasi.
- Operasional:
- Proses inti dalam menyediakan produk atau layanan.
- Pengendalian pemasok dan manajemen perubahan.
- Evaluasi Kinerja:
- Monitoring dan pengukuran kinerja QMS.
- Audit internal dan tinjauan manajemen.
- Peningkatan:
- Tindakan korektif dan upaya peningkatan berkelanjutan.
Manfaat Audit ISO 9001 : 2015 untuk Edpack Karunia Persada
Dengan dilakukannya audit ISO 9001 : 2015 untuk Edpack Karunia Persada, maka Edpack Karunia Persada dan segenap jajaran managemen dan karyawannya :
- Meningkatkan efisiensi operasional.
- Menjamin kepuasan pelanggan.
- Membantu organisasi memenuhi persyaratan hukum dan regulasi.
- Meningkatkan reputasi perusahaan.
- Mendorong budaya perbaikan berkelanjutan.
Dimana hal tersebut akan memiliki dampak yang baik
Mengapa Audit Penting bagi Produsen Kemasan Industri?
Spesifikasi Pelanggan Dapat Berbeda
Kemasan industri dapat memiliki variasi ukuran, kapasitas, struktur material, tipe konstruksi, printing, inner liner, kekuatan, kebutuhan barrier, metode filling, serta kondisi penyimpanan dan distribusi. Audit membantu menilai apakah variasi tersebut diterjemahkan ke dalam spesifikasi, instruksi, approval, dan pengendalian perubahan yang jelas sebelum produksi berjalan.
Kualitas Harus Konsisten dari Pesanan ke Pengiriman
Mutu kemasan industri memerlukan konsistensi di seluruh aliran kerja. Kesalahan pada tinjauan pesanan dapat terbawa ke desain; perubahan material yang tidak terkendali dapat memengaruhi proses; sedangkan identifikasi yang lemah dapat mengganggu ketertelusuran. Audit menelusuri titik-titik hubungan ini untuk melihat apakah risiko telah dikendalikan secara memadai.
Kepercayaan Pelanggan Dibangun oleh Sistem
Pelanggan membutuhkan lebih dari janji kualitas. Mereka memerlukan komunikasi yang dapat dipercaya, spesifikasi yang terkendali, produk yang konsisten, ketertelusuran, serta respons yang terstruktur ketika terjadi masalah. Sistem yang berjalan baik membantu perusahaan menunjukkan bahwa kualitas dikelola melalui proses, bukan bergantung pada tindakan individual.

Ruang Lingkup yang Dievaluasi dalam Audit
Konteks Organisasi dan Pihak Berkepentingan
Organisasi perlu memahami isu internal dan eksternal yang dapat memengaruhi hasil sistem manajemen mutu, termasuk kebutuhan pihak berkepentingan yang relevan. Pada saat audit, pemahaman tersebut dihubungkan dengan ruang lingkup sistem, proses utama, risiko, peluang, serta arah strategis perusahaan.
Kepemimpinan, Kebijakan, dan Sasaran Mutu
Kepemimpinan dinilai melalui keterlibatan dalam penetapan arah, penyediaan sumber daya, komunikasi pentingnya mutu, serta evaluasi kinerja. Kebijakan mutu perlu relevan dengan organisasi, sedangkan sasaran mutu harus dapat dipantau dan dihubungkan dengan proses yang bertanggung jawab mencapainya.
Tanggung Jawab dan Kewenangan
Audit dapat menguji apakah personel mengetahui tanggung jawabnya, memahami batas kewenangan, dan mengetahui jalur eskalasi ketika terjadi penyimpangan. Kejelasan ini penting agar keputusan kritis tidak tertunda atau diambil oleh pihak yang tidak berwenang.
Risiko, Peluang, dan Perencanaan Perubahan
Risk-based thinking membantu organisasi memprioritaskan pengendalian pada kondisi yang paling dapat memengaruhi hasil. Audit melihat bagaimana risiko dikenali, bagaimana tindakan ditetapkan, serta apakah efektivitasnya dievaluasi. Perubahan material, pemasok, mesin, metode, personel, atau spesifikasi juga perlu direncanakan dan dikomunikasikan.
Relevansi Perubahan Iklim
ISO 9001:2015/Amd 1:2024 menambahkan penegasan agar organisasi menentukan apakah perubahan iklim merupakan isu yang relevan dalam konteks sistem manajemen dan memperhatikan kemungkinan persyaratan pihak berkepentingan terkait iklim. Penilaian relevansinya perlu disesuaikan dengan konteks, risiko, dan kegiatan organisasi.
Dukungan, Kompetensi, dan Informasi Terdokumentasi
Sumber daya, lingkungan kerja, alat ukur, pengetahuan organisasi, kompetensi, awareness, komunikasi, dan informasi terdokumentasi mendukung berjalannya proses. Audit dapat menilai apakah dokumen terkendali, catatan mudah ditelusuri, versi yang digunakan benar, dan personel memiliki kompetensi yang diperlukan.
Penelusuran Proses Utama dalam Audit Mutu Perusahaan
Penjualan dan Tinjauan Persyaratan
Pada tahap penjualan, kebutuhan pelanggan harus diterima secara lengkap dan ditinjau sebelum perusahaan membuat komitmen. Audit mutu perusahaan dapat menelusuri bagaimana ukuran, struktur, desain cetak, jumlah, jadwal, kebutuhan khusus, dan perubahan pesanan diteruskan kepada fungsi yang berkaitan.
Pengadaan dan Pengendalian Pemasok
Pengadaan perlu memastikan bahan dan jasa yang dibeli memenuhi persyaratan. Auditor dapat memeriksa kriteria pemilihan pemasok, kejelasan spesifikasi pembelian, inspeksi penerimaan, evaluasi kinerja, penanganan ketidaksesuaian pemasok, serta persetujuan terhadap perubahan sumber material.
Produksi dan Pengendalian Parameter
Area produksi merupakan tempat rencana diterjemahkan menjadi produk. Bukti dapat mencakup instruksi kerja, identifikasi material, parameter setup, first-piece approval, pemeriksaan berkala, pemisahan produk tidak sesuai, kebersihan, status proses, serta catatan produksi. Auditor juga dapat mewawancarai operator untuk menguji pemahaman nyata.
Pengendalian Perubahan Selama Produksi
Perubahan yang terlihat kecil dapat mengubah hasil akhir. Karena itu, perubahan parameter, material, desain, metode, atau jadwal perlu dikaji, disetujui, dicatat, dan disampaikan kepada pihak terkait. Jejak perubahan membantu mencegah penggunaan informasi lama.
Quality Control dan Ketertelusuran
Quality Control memverifikasi kesesuaian menggunakan kriteria dan metode yang ditetapkan. Audit dapat menelusuri identitas lot, hasil pemeriksaan, status penerimaan, alat ukur, personel, tanggal produksi, serta keputusan pelepasan. Ketertelusuran yang memadai mempercepat analisis jika muncul masalah.
Gudang dan Pengiriman
Produk yang telah sesuai masih dapat rusak akibat penyimpanan, penumpukan, handling, air, debu, kontaminasi, atau kesalahan pengiriman. Audit menilai apakah identifikasi, kondisi penyimpanan, rotasi, perlindungan produk, verifikasi barang, dan dokumen pengiriman dikelola secara konsisten.

Cara Auditor Menguji Penerapan ISO 9001:2015
Wawancara dengan Personel
Wawancara tidak seharusnya hanya menguji hafalan nomor klausul. Pertanyaan yang baik membantu melihat apakah personel memahami pekerjaannya, risiko utama, kriteria penerimaan, dokumen yang harus digunakan, tindakan ketika terjadi penyimpangan, dan kontribusinya terhadap sasaran mutu.
Observasi Aktivitas di Lapangan
Observasi memperlihatkan apakah praktik aktual sesuai dengan sistem yang dijelaskan. Auditor dapat mengikuti aliran material, memeriksa identitas produk, melihat penggunaan instruksi, mengamati pengukuran, dan menilai bagaimana personel merespons kondisi yang tidak normal.
Pemeriksaan Dokumen dan Catatan
Dokumen memberikan arahan, sedangkan catatan menyediakan bukti hasil. Auditor dapat membandingkan pesanan, spesifikasi, approval, catatan produksi, hasil inspeksi, status kalibrasi, catatan pelatihan, keluhan, tindakan korektif, serta evaluasi pemasok untuk melihat konsistensi antarproses.
Teknik Sampling
Audit menggunakan sampling karena tidak seluruh transaksi dan catatan dapat diperiksa. Sampel perlu dipilih secara relevan terhadap risiko, proses, periode, dan tujuan audit. Karena bersifat sampling, audit memberikan tingkat keyakinan berdasarkan bukti yang diperiksa, bukan jaminan bahwa tidak ada masalah sama sekali.
Persiapan Organisasi Menghadapi Audit
Menyiapkan Sistem, Bukan Sekadar Dokumen
Persiapan audit yang sehat dimulai jauh sebelum jadwal pemeriksaan. Organisasi perlu memastikan proses berjalan sesuai ketentuan, data dipantau, masalah ditindaklanjuti, dan personel memahami pekerjaannya. Mengumpulkan dokumen hanya menjelang audit dapat membuat tampilan administratif terlihat rapi, tetapi tidak membuktikan bahwa sistem digunakan untuk mengendalikan operasi sehari-hari.
Sebelum audit ISO 9001:2015, setiap pemilik proses dapat memeriksa kesesuaian antara prosedur dan praktik aktual. Apabila praktik yang efektif telah berubah, dokumen perlu ditinjau melalui mekanisme pengendalian perubahan. Apabila praktik menyimpang tanpa dasar yang sah, proses perlu dikoreksi dan penyebab kesenjangan dianalisis.
Memastikan Bukti Mudah Ditelusuri
Bukti tidak harus dikumpulkan dalam satu ruang khusus jika sistem memang telah tertata. Hal yang penting adalah personel dapat menemukan dokumen dan catatan yang relevan dalam waktu wajar. Penamaan file, identitas lot, tanggal, status revisi, kewenangan persetujuan, dan hubungan antarcatatan perlu jelas agar penelusuran proses tidak terputus.
Menjaga Kerahasiaan Informasi
Audit dapat melibatkan spesifikasi pelanggan, desain, data pemasok, hasil pengujian, harga, atau informasi internal lainnya. Akses terhadap bukti perlu mengikuti kewenangan dan aturan kerahasiaan. Foto kegiatan untuk publikasi juga sebaiknya diperiksa agar dokumen rahasia tidak terlihat atau dapat dibaca.
Mempersiapkan Personel secara Wajar
Personel tidak perlu menghafal jawaban. Mereka perlu memahami tugas, instruksi, risiko, kriteria penerimaan, catatan yang dibuat, serta tindakan ketika terjadi masalah. Briefing sebelum audit dapat menjelaskan tujuan dan alur kegiatan agar personel tidak merasa bahwa wawancara merupakan pemeriksaan untuk mencari kesalahan pribadi.
Melakukan Audit Internal dan Tinjauan Manajemen
Audit internal membantu organisasi menilai sistem secara berkala dan menemukan kesenjangan sebelum dampaknya membesar. Hasil audit internal kemudian dapat menjadi salah satu masukan tinjauan manajemen bersama kinerja proses, pencapaian sasaran, kepuasan pelanggan, ketidaksesuaian, tindakan korektif, kinerja pemasok, kecukupan sumber daya, serta perubahan yang memengaruhi sistem.
Tindak Lanjut Sebelum Audit Berikutnya
Temuan audit internal tidak seharusnya ditutup hanya dengan bukti administratif. Penanggung jawab perlu menyelesaikan tindakan, menilai efektivitasnya, dan memastikan pembelajaran diterapkan pada proses lain yang memiliki risiko serupa. Dengan cara ini, persiapan audit menjadi bagian dari pengelolaan mutu yang berkelanjutan.

Prinsip Manajemen Mutu yang Tercermin dalam Audit
Fokus Pelanggan
Fokus pelanggan terlihat dari cara organisasi memahami persyaratan, menjaga komunikasi, memenuhi komitmen, menangani keluhan, dan memantau kepuasan. Auditor dapat menelusuri apakah umpan balik pelanggan digunakan sebagai data untuk mengendalikan risiko dan meningkatkan produk maupun layanan.
Kepemimpinan dan Keterlibatan Personel
Sistem mutu memerlukan kepemimpinan yang memberikan arah dan keterlibatan personel yang menjalankan proses. Saat audit, komitmen tidak hanya terlihat dari pernyataan manajemen, tetapi juga dari keputusan mengenai sumber daya, prioritas tindakan, komunikasi, pengembangan kompetensi, dan respons terhadap masalah.
Pendekatan Proses
Pendekatan proses memandang organisasi sebagai rangkaian aktivitas yang mempunyai input, output, tanggung jawab, sumber daya, risiko, pengendalian, dan ukuran kinerja. Audit mengikuti hubungan tersebut agar penilaian tidak terpecah menjadi pemeriksaan departemen yang berdiri sendiri. Masalah pada satu bagian sering mempunyai sebab atau dampak pada proses lain.
Siklus Plan-Do-Check-Act
Plan-Do-Check-Act membantu melihat apakah organisasi menetapkan rencana, menjalankan kegiatan, memeriksa hasil, dan mengambil tindakan. Siklus ini dapat diterapkan pada sasaran perusahaan, produksi, pengendalian pemasok, penanganan keluhan, pelatihan, hingga proyek peningkatan sederhana.
Keputusan Berdasarkan Bukti
Data inspeksi, tren cacat, keluhan, rework, scrap, downtime, ketepatan pengiriman, kinerja pemasok, dan hasil audit membantu organisasi menentukan prioritas. Audit menilai apakah data hanya dikumpulkan atau benar-benar dianalisis dan digunakan dalam keputusan. Bukti yang baik membantu membedakan masalah insidental dari pola yang perlu ditangani.
Manajemen Hubungan
Mutu juga dipengaruhi oleh pemasok, penyedia jasa, pelanggan, dan pihak lain yang relevan. Komunikasi persyaratan, evaluasi kinerja, penanganan perubahan, dan penyelesaian masalah bersama membantu menjaga hubungan yang mendukung hasil jangka panjang. Auditor dapat menelusuri bagaimana hubungan penting tersebut dikelola.
Temuan Audit dan Tindak Lanjut
Kesesuaian, Ketidaksesuaian, dan Peluang Perbaikan
Hasil audit dapat menunjukkan praktik yang sesuai, ketidaksesuaian terhadap persyaratan, atau peluang untuk memperkuat sistem. Klasifikasi dan terminologi temuan mengikuti metode serta aturan audit yang digunakan. Artikel ini tidak mempublikasikan rincian temuan kegiatan 21 November 2024 karena data tersebut belum diberikan.
Koreksi Berbeda dari Tindakan Korektif
Koreksi menangani kondisi yang ditemukan, misalnya memperbaiki label atau melengkapi catatan. Tindakan korektif menelusuri penyebab agar masalah tidak berulang. Analisis yang baik menghindari kesimpulan terlalu cepat seperti sekadar menyalahkan kelalaian personel tanpa memeriksa faktor sistem, instruksi, beban kerja, alat, dan komunikasi.
Verifikasi Efektivitas
Tindakan belum dapat dianggap selesai hanya karena rencana telah dibuat. Organisasi perlu memeriksa apakah penyebab telah ditangani dan apakah masalah berhenti berulang. Verifikasi dapat menggunakan audit ulang, observasi, pemeriksaan sampel, tren data, atau indikator proses.
Audit sebagai Masukan untuk Perbaikan Berkelanjutan
Perbaikan berkelanjutan tumbuh ketika hasil audit dikaitkan dengan data proses, keluhan, risiko, kinerja pemasok, sasaran mutu, dan tinjauan manajemen. Prioritas sebaiknya diberikan pada tindakan yang meningkatkan efektivitas sistem dan mengurangi risiko bagi pelanggan, bukan sekadar menambah dokumen.
Nilai Hasil Audit bagi Pelanggan dan Perusahaan
Memperkuat Konsistensi Operasional
Audit ISO 9001:2015 memberi organisasi kesempatan untuk melihat apakah pengendalian diterapkan secara konsisten di berbagai pesanan, shift, mesin, material, dan personel. Kesenjangan konsistensi yang ditemukan dapat menjadi dasar untuk memperbaiki instruksi, pelatihan, visual control, metode verifikasi, atau mekanisme serah terima.
Mengurangi Risiko Ketidaksesuaian Berulang
Masalah yang berulang menunjukkan bahwa koreksi sebelumnya mungkin belum menyentuh penyebab. Dengan menelusuri data, keputusan, dan efektivitas tindakan, audit membantu perusahaan melihat pola yang tidak mudah dikenali dari satu kejadian. Pencegahan pengulangan mengurangi pemborosan sekaligus melindungi kepentingan pelanggan.
Mendukung Komunikasi yang Lebih Terstruktur
Sistem yang jelas membantu bagian penjualan, teknis, pembelian, produksi, Quality Control, gudang, dan manajemen menggunakan informasi yang konsisten. Bagi pelanggan, komunikasi yang terstruktur memperkecil risiko perbedaan interpretasi dan mempercepat penanganan perubahan atau ketidaksesuaian.
Menjadi Dasar Prioritas Peningkatan
Tidak semua peluang perbaikan harus dikerjakan sekaligus. Hasil audit dapat dipadukan dengan tingkat risiko, dampak pelanggan, biaya mutu, frekuensi masalah, dan kemampuan sumber daya untuk menentukan urutan tindakan. Prioritas yang jelas membuat peningkatan lebih realistis, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Makna Kepatuhan terhadap Standar Mutu
Kepatuhan Harus Terlihat dalam Praktik
Kepatuhan terhadap standar mutu tidak cukup ditunjukkan oleh prosedur yang rapi. Kepatuhan perlu terlihat pada cara keputusan dibuat, material dikendalikan, produk diperiksa, data dicatat, masalah dilaporkan, dan tindakan ditindaklanjuti. Sistem yang efektif menghubungkan persyaratan dengan aktivitas harian.
Sertifikasi Bukan Pengganti Tanggung Jawab Produk
ISO 9001:2015 memberikan kerangka sistem manajemen yang berlaku untuk berbagai jenis organisasi. Sertifikasi tidak berarti setiap produk otomatis cocok untuk seluruh aplikasi. Kesesuaian kemasan tetap harus ditentukan melalui tinjauan kebutuhan, spesifikasi, pengujian, approval, pengendalian proses, dan komunikasi dengan pelanggan.
Sistem Perlu Dipelihara Setelah Audit
Sistem manajemen mutu perusahaan harus tetap berjalan setelah auditor meninggalkan lokasi. Audit internal, pemantauan indikator, evaluasi keluhan, tinjauan manajemen, tindakan korektif, pengembangan kompetensi, dan komunikasi perubahan perlu dipelihara sepanjang tahun.
Komitmen PT Edpack Karunia Persada terhadap Mutu
Kualitas dan Integritas di Setiap Langkah
Motto “Kualitas dan Integritas di Setiap Langkah” menegaskan bahwa mutu dan keandalan informasi harus hadir di seluruh proses. Integritas mendorong pencatatan yang jujur, pelaporan masalah secara terbuka, dan keputusan berdasarkan fakta. Kualitas mengarahkan proses untuk memenuhi persyaratan dan terus ditingkatkan.
Nilai Sistem Mutu bagi Pelanggan
Penerapan ISO 9001:2015 mendukung pendekatan yang lebih terstruktur dalam memahami kebutuhan, mengelola spesifikasi, mengendalikan produksi, menelusuri bukti, serta merespons ketidaksesuaian. Bagi pelanggan kemasan industri, fondasi ini membantu membangun komunikasi yang lebih jelas dan kerja sama yang lebih dapat dipertanggungjawabkan.
Perjalanan PT Edpack Karunia Persada ISO 9001
Perjalanan PT Edpack Karunia Persada ISO 9001 mencerminkan komitmen untuk menata mutu melalui sistem, evaluasi, dan peningkatan. Audit tanggal 21 November 2024 serta perolehan sertifikasi pada 6 Desember 2024 merupakan tonggak yang perlu dilanjutkan melalui disiplin pelaksanaan dan pembelajaran di setiap fungsi.
Penutup
Audit ISO 9001:2015 yang dilaksanakan pada 21 November 2024 menjadi bagian penting dari penguatan sistem manajemen mutu PT Edpack Karunia Persada. Melalui pemeriksaan berbasis bukti, perusahaan dapat melihat kesesuaian, mengidentifikasi kesenjangan, menguji efektivitas pengendalian, dan menyusun tindak lanjut yang relevan.
Nilai utama audit terletak pada perubahan yang terjadi setelah proses evaluasi: pengendalian menjadi lebih jelas, personel semakin memahami tanggung jawab, keputusan lebih berbasis data, dan tindakan perbaikan menjawab penyebab masalah. Dengan menjaga sistem tetap hidup, PT Edpack Karunia Persada terus memperkuat kualitas, integritas, dan kepercayaan pelanggan dalam penyediaan solusi kemasan industri.
Sertifikat ISO 9001 : 2015
Setelah melalui beberapa tahapan seperti training Awareness dan Audit ISO 9001 : 2015, pada tanggal 6 desember 2024, perusahaan telah secara resmi mendapatkan Sertifikat ISO 9001 : 2015 dari lembaga sertifikasi dan akreditasi berkompeten seperti KAN, QM certification dan IAF











